skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit Tipes Boleh Mandi Atau Tidak

Penyakit Tipes Boleh Mandi Atau Tidak

Penderita tipes tidak di perbolehkan mandi bukan karena tidak boleh terkena air. Melainkan tidak boleh bergerak, karena jika penderita tipes banyak bergerak usus yang luka akibat bekteri akan terus bergesekan dan akan menghambat proses npengobatan yang sedang di jalankan. Jadi untuk penderita tipes sebaiknya mandi di tempat tidur dengan cara dilap waslap menggunakan air hangat. Hal ini perlu dilakukan untuk membuat penderita merasa nyaman dengan kebersihan tubuh sehingga dapat terbebas dari penyakit kulit.

JANGAN COBA-COBA BANYAK BERGERAK SAAT TIPES!

Pada umumnya penderita penyakit tipes harus melakukan istirahat secara total, kondisi ini membutuhkan waktu sekitar 1-3 minggu. Dan pada saat ini banyak orang yang mengobati penyakit tipes hanya dengan obat antibiotik. Padahal atibiotik yang di sarankan oleh medis itu hanya sebagai pereda panas dan sakit, tidak mengobati penyakit secara total. Karena akhior-akhir ini bakteri Salmonella typhi sebagai penyebab utama penyakit tipes sangat kebal terhadap antibiotik.

Hal yang tidak boleh dilakukan penderita tipus

– Penderita tipus tidak boleh banyak bergerak

Jika penderita banyak bergerak akan menyebabkan bakteri lebih leluasa masuk ke dalam aliran darah. Dan juga dapat memperparah luka usus yang timbul

– Menghindari Makanan dari sumber hewani berikut : Daging berserat kasar, serta daging, ayam, ikan diawetkan, telur mata sapi, didadar

– Menghindari makanan dari sumber nabati berikut : Kacang merah serta kacang-kacangan kering seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai

– Tidak boleh makan makanan yang keras, kasar, berserat atau sulit dicerna

– Tidak boleh mengkonsumsi susu, produk susu, dan daging berserat kasar

– Tidak boleh makan makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam, dan berbumbu tajam.

– Hindari makanan dari sumber karbohidrat berikut : Beras ketan, beras tumbuk/merah, roti whole wheat (gandum), jagung, ubi, singkong, talas, dodol dan kue-kue lain yang manis dan gurih

– Hindari makanan dari sumber sayuran berserat tinggi seperti: Daun singkong, daun katuk, daun pepaya, daun dan buah melinjo, oyong, serta semua sayuran yang dimakan mentah

– Hindari Buah-buahan berikut : Buah-buahan yang dimakan dengan kulit seperti apel, jambu biji, serta jeruk yang dimakan dengan kulit ari; buah yang menimbulkan gas seperti durian dan nangka

– Hindari Makanan berlemak berikut : Minyak untuk menggoreng, lemak hewani, kelapa dan santan

– Hindari minuman berikut : Kopi dan teh kental dan minuman yang mengandung soda dan alkohol

– Hindari bumbu masak : Cabe dan merica

Yang sebaiknya ( boleh ) dilakukan oleh penderita tipes :

– Mengkonsumi Makanan dari sumber protein nabati : Tahu, tempe ditim, direbus, ditumis maupun susu kedelai

– Mengkonsumi Makanan dari jenis sayuran : Sayuran berserat rendah dan sedang seperti kacang panjang, buncis muda, bayam, labu siam, tomat masak, wortel direbus, dikukus, ditumis

– Mengkonsumi Makanan dari jenis buah-buahan : Semua sari buah, buah segar yang matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak banyak menimbulkan gas seperti pepaya, pisang, jeruk, alpukat

– Banyak beristirahat ( dengan tanpa banyak gerak )

– Mengkonsumi makanan dari sumber karbohidrat berikut : Bubur atau nasi tim, roti bakar, kentang rebus, biscuit

– Mengkonsumi Makanan dari sumber protein hewani : Daging empuk, hati, ayam; ikan direbus, ditumis, dikukus, dipanggang; telur direbus, didadar; susu maksimal 2 gelas per hari

– Mengkonsumi Jenis makanan berlemak : Margarin, mentega, dan minyak dalam jumlah terbatas untuk menumis atau mengoles

– Mengkonsumi Jenis bumbu : Garam, gula, cuka, salam, lengkuas, kunyit, dalam jumlah tebatas

– Tetap minum obat secara teratur

– Mengkonsumi Jenis minuman : Teh encer, sirup

Penderita penyakit demam Tifoid selama menjalani perawatan haruslah mengikuti petunjuk diet yang dianjurkan oleh dokter untuk di konsumsi, antara lain :

  1. Makanan yang cukup cairan, kalori, vitamin dan protein.
  2. Tidak mengandung banyak serat.
  3. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas.
  4. Makanan lunak diberikan selama istirahat.