skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit Tipes Sembuh Berapa Lama?

Penyakit Tipes Sembuh Berapa Lama?

Tifus adalah penyakit infesi disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhii. Penularan infeksi ini melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala tifus umumnya muncul sejak 1 hingga 2 minggu setelah terinfeksi, berupa demam tinggi terus menerus dan memberat saat sore hingga malam, mual, nyeri perut/ mulas, dan dapat pula disertai penurunan kesadaran pada kondisi berat.

Penyakit ini dapat memburuk bila tidak segera ditangani karena dapat menyebabkan komplikasi berupa perforasi atau usus pecah. Komplikasi tersebut akan menyebabkan pendarahan dan infeksi meluas di seluruh perut. Namun pengobatan infeksi ini tidak harus dirawat di rumah sakit, dapat dilakukan rawat jalan.

Berapa lama sakit tipes sembuh sangat tergantung pada sistem kekebalan dan daya tahan tubuh dari pasien yang terkena penyakit ini. Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bahkan setelah seseorang dinyatakan sembuh dari penyakit ini. Salah satunya adalah ada beberapa pantangan makanan yang sebaiknya dihindari.

Salah satu makanan yang harus dihindari oleh penderita tipus adalah makanan berserat. Hal ini karena makanan berserat akan membuat usus bekerja lebih keras. Selain itu, sebaiknya makanan lain yang sebaiknya dihindari adalah makanan pedas karena terdapat luka pada usus dan makanan pedas dapat membuat luka ini terasa semakin nyeri.

Selain itu orang yang menderita penyakit tipus dianjurkan untuk memakan makanan yang halus misalnya bubur sehingga usus tidak perlu bekerja terlalu keras. Selain makanan, ada juga minuman yang harus dihindari.

Salah satunya adalah kopi karena meminum kopi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung. Bagi orang yang baru saja sembuh dari tipus, dianjurkan untuk meminum minuman hangat.

Penanganan yang biasa di lakukan oleh dokter ketika anda mengalami sakit tipes biasanya diberikan obat antibiotik dalam pengobatan nya. Lama penyembuhan sakit tipes biasanya berlangsung 2 mingguan tergantung bagaimana anda selaku penderita patuh terhadap anjuran dari dokter.

Lama penyembuhan sakit tipes memang tergantun pada anda selaku penderita ini karena kuman penyebab sakit tipes memang cukup sulit untuk di musnah kan dan meskipun anda sudah di nyatakan sembuh, kemungkinan akan terserang sakit tipes kembali cukup tinggi resikonya.

Sehingga setelah anda di nyatakan sembuh dari sakit tipes ada baiknya selama 2 bulan atau lebih menjaga dari pantangan penyakit tipes. Seperti menghindari makanan pedas, asam, kerasa dll yang bisa memicu penyakit tipes kambuh kembali.

Pemulihannya sendiri memerlukan waktu 1-2 minggu. Lamanya penyembuhan sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari seperti belajar maupun bekerja untuk mencari nafkah. Berdasarkan riset yang dilakukan diseluruh dunia, anak-anak sangat rentan terkena penyakit ini dibandingkan orang dewasa.

Jika demam akibat tipes tidak kunjung sembuh dalam kurun waktu 2 minggu, anda perlu mewaspadai munculnya komplikasi pendarahan pada usus akibat penyakit tipes. Komplikasi yang mengancam jiwa ini membutuhkan perawatan medis dengan segera.

Penyakit tipes yang tidak diobati bisa menyebabkan berbagai macam komplikasi yang sangat berbahaya. Bahkan pada kondisi yang lanjut bisa menyebabkan kematian. Infeksi bakteri pada bagian usus bisa menyebar ke organ lain sehingga sulit untuk diobati dengan cepat. Berikut ini adalah beberapa komplikasi tipes yang bisa terjadi.

1. Pendarahan Usus

Komplikasi yang paling banyak ditemukan adalah perforasi atau lubang pada bagian usus. Komplikasi biasanya terjadi pada tahap tipes masuk minggu ke tiga. Gejala yang bisa ditemukan jika sudah terjadi perforasi adalah seperti tekanan darah yang terus mengalami penurunan dan pendarahan pada tinja. Selain itu penderita juga akan merasa mual, muntah dan pendarahan.

2. Miokarditis

Kondisi ini menyebabkan munculnya peradangan pada bagian otot jantung sehingga penderita merasa sulit untuk bernafas, nyeri yang berlebihan pada dada. Pada tahap ini perawatan harus dilakukan secara intensif dan perawatan juga dilakukan untuk infeksi jantung.

3. Komplikasi lain yang sangat jarang ditemukan adalah termasuk radang paru-paru, infeksi pada ginjal, radang selaput otak dan gangguan halusinasi.